Jangan Abai Ketika Diingat: Adab Merespons dalam Islam

Dakwah 24 Aug 2026 11:43 2 min read 6 views By R Rizky Natawijaya

Share berita ini

Jangan Abai Ketika Diingat: Adab Merespons dalam Islam
Mari kita jaga diri agar jangan sampai memicu rasa kecewa, apalagi timbul rasa benci dari seseorang hanya karena kelalaian kita dalam merespons. Boleh jadi orang lain tidak tahu alasan di balik diamnya kita, tetapi ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya.

Responsivitas adalah wujud profesionalisme dan rasa hormat. Ketika seseorang meluangkan waktu untuk bertanya atau berbagi peluang, itu menunjukkan kepercayaan serta relasi yang bernilai. Memanfaatkan fitur matikan centang biru untuk menghindari komunikasi justru mengikis rasa saling menghargai. Diingat dan dijadikan prioritas oleh orang lain adalah sebuah kehormatan; meresponsnya dengan baik adalah bagian dari etika dan keadaban dalam berinteraksi. 

 

Nih ya, antum semua mengaji toh ? 

Kan dalam ajaran Islam, merespons sapaan atau pesan sesama Muslim bukan sekadar etika lho, melainkan perintah agama. 

Allah SWT berfirman: 

“Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah dengan yang serupa...” (QS. An-Nisa: 86)

 

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya menghargai dan tidak mengabaikan saudara sesama:

“Tidak halal bagi seorang Muslim untuk mendiamkan (mengabaikan) saudaranya lebih dari tiga hari.” (HR. Bukhari & Muslim) 

 

Mari kita jaga diri agar jangan sampai memicu rasa kecewa, apalagi timbul rasa benci dari seseorang hanya karena kelalaian kita dalam merespons. Boleh jadi orang lain tidak tahu alasan di balik diamnya kita. Jangan berdalih apapun apalagi alasan seperti di salahsatu HR. Bukhari & Muslim (lebih dari tiga hari), siapa tahu besok kamu mati. Tetapi apapun itu ingatlah bahwa Allah Maha Mengetahui segalanya. MasyaAllah. 

Wallahualam bisawab... 

 

Ditulis oleh : 

Hamba Allah....

Integris Media